• SMA PLUS PESANTREN AMANAH
  • Islami Berdayasaing dan Berkeunggulan

Kisah Lengkap Nabi Zakaria AS: Keteguhan Doa di Usia Senja dan Teladan Pengasuh Maryam

Di antara deretan kisah para anbiya yang diabadikan dalam Al-Qur'an, kisah Nabi Zakaria ‘alaihissalam menyajikan untaian hikmah yang sangat menyentuh hati mengenai kekuatan doa, kesabaran dalam penantian, keikhlasan berkhidmat di rumah Allah, serta harapan yang tak pernah padam kepada rahmat-Nya. Bersama istrinya, Isya’ (saudari Hannah, ibu dari Maryam), Nabi Zakaria menghabiskan masa hidupnya membimbing Bani Israil dan menjaga kesucian Baitul Maqdis.

1. Profil dan Kemuliaan Nabi Zakaria AS

Nabi Zakaria AS adalah salah satu nabi mulia dari kalangan Bani Israil yang nasabnya tersambung hingga Nabi Sulaiman dan Nabi Daud ‘alaihimassalam. Selain menyandang amanah kenabian, beliau dikenal sebagai pribadi yang mandiri dan tekun bekerja mencari nafkah dengan keringatnya sendiri.

Dalam hadis shahih riwayat Imam Muslim, Rasulullah &shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Nabi Zakaria adalah seorang tukang kayu.”
(HR. Muslim No. 2379)

Hadis ini menjadi teladan agung bahwa seorang nabi besar yang mulia di hadapan Allah tidak enggan menjalani profesi sederhana untuk menjemput rezeki yang halal dan barakah.

2. Mengasuh Sayyidah Maryam di Mihrab Baitul Maqdis

Ketika Hannah melahirkan putrinya yang bernama Maryam, ia menunaikan nazarnya untuk menyerahkan sang putri guna berkhidmat sepenuhnya di Baitul Maqdis. Para pembesar dan ulama Bani Israil saling berebut kehormatan untuk mengasuh Maryam. Demi menentukan siapa yang berhak, mereka mengadakan undian dengan melempar pena-pena mereka ke aliran air (sebagaimana dikisahkan dalam QS. Ali ‘Imran: 44). Atas ketetapan Allah SWT, hak asuh tersebut jatuh ke tangan Nabi Zakaria AS.

Nabi Zakaria merawat Maryam dengan penuh kasih sayang dan membangunkan sebuah mihrab (tempat ibadah khusus yang suci) bagi Maryam di dalam Baitul Maqdis. Di sanalah terjadi peristiwa luar biasa yang membuka pintu harapan besar bagi Nabi Zakaria.

“Setiap kali Zakaria masuk menemui Maryam di mihrab, ia mendapati rezeki di sisinya. Zakaria berkata: 'Wahai Maryam, dari mana engkau memperoleh ini?' Maryam menjawab: 'Itu dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki tanpa perhitungan.'”
(QS. Ali ‘Imran: 37)

Para ulama tafsir menerangkan bahwa Nabi Zakaria mendapati buah-buahan musim dingin hadir di musim panas, dan buah musim panas hadir di musim dingin. Menyaksikan mukjizat nyata kekuasaan Allah yang melampaui hukum sebab-akibat alam, keyakinan tauhid Nabi Zakaria bergetar hebat. Di tempat itulah ia memanjatkan doa yang telah lama tersimpan di lubuk hatinya.

3. Munajat Lirih di Usia Senja (Nida’an Khafiyya)

Kondisi fisik Nabi Zakaria saat itu sudah sangat tua renta; rambutnya telah dipenuhi uban yang memutih, tulangnya telah rapuh, dan istrinya adalah wanita yang mandul sejak usia muda. Secara logika biologis dan medis manusia, mustahil bagi pasangan tersebut untuk melahirkan keturunan.

Namun, Nabi Zakaria tidak memandang kemustahilan manusia, melainkan memandang Kemahakuasaan Sang Pencipta. Beliau berdoa dengan suara yang sangat lirih dan penuh keintiman dengan Rabb-nya:

“(Yaitu) ketika dia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut. Dia berkata: 'Ya Tuhanku, sungguh tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, ya Tuhanku. Dan sungguh, aku khawatir terhadap kerabatku sepeninggalku, padahal istriku seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi-Mu seorang anak cucu yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebagian keluarga Ya'qub; dan jadikanlah dia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai.'”
(QS. Maryam: 3-6)

Nabi Zakaria memohon anak bukan semata demi kebanggaan duniawi atau penerus harta benda, melainkan demi kesinambungan dakwah tauhid (waratsatul anbiya) di tengah Bani Israil yang sering kali menyimpang dari syariat.

4. Kabar Gembira Kelahiran Nabi Yahya AS

Doa yang tulus dan penuh adab itu langsung diijabah oleh Allah SWT. Ketika Nabi Zakaria sedang berdiri melaksanakan shalat di dalam mihrabnya, malaikat datang membawa kabar gembira:

“Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakaria, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab (katanya): 'Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang putramu) Yahya, yang membenarkan sebuah kalimat (firman) dari Allah, menjadi tokoh, menahan diri (dari hawa nafsu), dan seorang Nabi di antara orang-orang shalih.'”
(QS. Ali ‘Imran: 39)

Allah SWT sendiri yang memberi nama anak tersebut dengan Yahya—sebuah nama yang belum pernah diberikan kepada siapa pun sebelumnya di muka bumi (QS. Maryam: 7). Allah pun menyembuhkan kemandulan istrinya sebagaimana ditegaskan dalam Surah Al-Anbiya ayat 90: “Dan Kami memperbaikinya (keadaan) istrinya baginya.”

5. Tanda Kekuasaan Allah: Berpuasa Bicara Selama Tiga Hari

Mendengar kabar gembira yang luar biasa itu, Nabi Zakaria memohon tanda agar hatinya semakin mantap dan bersyukur. Allah SWT memberikan tanda:

“Berkata Zakaria: 'Berilah aku suatu tanda.' Allah berfirman: 'Tandamu ialah bahwa kamu tidak dapat berkata-kata dengan manusia selama tiga hari (tiga malam), kecuali dengan isyarat. Dan sebutlah (nama) Tuhanmu sebanyak-banyaknya serta bertasbihlah di waktu petang dan pagi hari.'”
(QS. Ali ‘Imran: 41)

Lidah Nabi Zakaria tertahan secara fisik untuk berbicara percakapan duniawi kepada manusia, namun tetap lancar dan fasih ketika membaca tasbih, tahmid, dan zikir kepada Allah SWT.

6. Pelajaran dan Hikmah Utama dari Kisah Nabi Zakaria AS

  1. Tidak Ada Kata Mustahil bagi Allah: Jangan pernah membatasi pertolongan Allah dengan logika kelemahan diri kita. Jika Allah berkehendak (Kun Fayakun), pintu yang paling tertutup rapat pun akan terbuka.
  2. Adab Berdoa yang Syahdu (Nida’an Khafiyya): Berdoa dengan suara lirih menunjukkan kerendahan hati, kekhusyukan, dan keyakinan bahwa Allah Maha Mendengar setiap desah napas hamba-Nya.
  3. Niat Keturunan untuk Dakwah dan Agama: Menjadikan anak sebagai amanah ibadah agar kelak menjadi generasi shalih yang menegakkan agama, bukan sekadar pelengkap status sosial.
  4. Etos Kerja dan Kemandirian: Meneladani pribadi Nabi Zakaria yang berprofesi sebagai tukang kayu, mengajarkan generasi muda Islam untuk memiliki keterampilan nyata dan bangga dengan nafkah yang halal.

Penutup

Kisah Nabi Zakaria AS adalah oase penyejuk bagi setiap jiwa yang sedang dirundung rasa cemas, lelah menunggu, atau menghadapi ujian kehidupan yang tampak buntu. Tetaplah mengetuk pintu langit dengan istiqamah dan berbaik sangka kepada Allah SWT, karena janji-Nya pasti ditepati pada waktu yang paling indah. Wallahu a’lam bish-shawab.

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
MENGGAPAI KEMULIAAN: Keutamaan Menuntut Ilmu di Pesantren Menurut Al-Qur'an dan Sunnah

Menuntut ilmu adalah sebuah kewajiban bagi setiap Muslim dan Muslimah. Di era modern ini, memilih lembaga pendidikan yang tepat untuk membekali buah hati dengan ilmu pengetahuan umum se

06/11/2026 21:36 - Oleh Humas Pesantren Amanah - Dilihat 10 kali
Mengapa Kita Selalu Digoda oleh Setan dalam Melakukan Hal yang Buruk?

Setiap manusia dalam kehidupannya pasti pernah merasakan pergulatan batin saat hendak berbuat kebaikan atau justru ketika terdorong melakukan maksiat. Terkadang, niat untuk beribadah da

06/11/2026 16:54 - Oleh Humas Pesantren Amanah - Dilihat 15 kali
Kisah Nabi Hud AS: Utusan Allah kepada Kaum Ad yang Sombong

Nabi Hud AS dalam Sejarah Islam Nabi Hud AS merupakan salah satu dari para nabi dan rasul yang paling penting dalam sejarah umat manusia menurut ajaran Islam. Beliau diutus oleh Allah

13/08/2026 14:35 - Oleh Humas Pesantren Amanah - Dilihat 766 kali
Ketergesa-Gesaan dalam Belajar: Musuh Terbesar untuk Berprestasi

Pendahuluan Dalam era digital ini, kita hidup dalam dunia yang bergerak dengan kecepatan luar biasa. Setiap orang dituntut untuk cepat, efisien, dan produktif. Namun, ketika hal ini di

02/08/2026 17:50 - Oleh Humas Pesantren Amanah - Dilihat 808 kali
Mendalami Gerakan-Gerakan Shalat: Sebuah Tinjauan Mendalam

Pengantar Shalat merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap muslim. Tidak hanya sebagai bentuk ibadah, shalat juga memiliki berbagai manfaat bagi kese

07/08/2025 16:00 - Oleh Humas Pesantren Amanah - Dilihat 2774 kali
Bumi dan Dunia: Sebuah Analogi dalam Perspektif Islam

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar kata bumi dan dunia yang terkadang digunakan secara bergantian. Namun, dalam konteks spiritual dan ajaran Islam, keduanya memiliki mak

07/08/2025 15:46 - Oleh Humas Pesantren Amanah - Dilihat 2812 kali
Menyambut Era Artificial Intelligence (AI) di Dunia Pesantren

Mengadaptasi Teknologi Baru untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan Pesantren Dunia pesantren, sebagai salah satu bentuk pendidikan tradisional yang kaya akan warisan budaya dan nilai-n

29/08/2024 14:03 - Oleh Humas Pesantren Amanah - Dilihat 6256 kali
Kenapa Tidak Bahagia : Karena Menjadikan Allah tidak Satu-Satunya Pesaing dalam Hati

Dalam kehidupan ini, kita sering kali dihadapkan dengan berbagai tantangan dan godaan yang dapat mengganggu ketenangan hati kita. Terkadang, kita terlalu terfokus pada hal-hal duniawi d

15/08/2024 11:06 - Oleh Humas Pesantren Amanah - Dilihat 4940 kali
Memahami Makna Mendalam Salam Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh adalah salam yang sering diucapkan oleh umat Muslim di seluruh dunia. Salam ini tidak hanya sebagai sapaan, tetapi memiliki makna yang sangat

12/08/2024 08:47 - Oleh Humas Pesantren Amanah - Dilihat 45453 kali
Nikmat Keterbatasan Ilmu Menurut Quran dan Sunnah

Pendahuluan Sebagai makhluk ciptaan Allah SWT, manusia dianugerahi akal dan pikiran yang memungkinkan mereka untuk terus-menerus menggali dan memperluas pengetahuan. Namun, di balik an

05/08/2024 16:08 - Oleh Humas Pesantren Amanah - Dilihat 6966 kali