Syaitan Tidak Akan Pernah Ridha Jika Manusia Berbuat Baik | SMA Plus Pesantren Amanah
  • SMA PLUS PESANTREN AMANAH
  • Islami Berdayasaing dan Berkeunggulan

Syaitan Tidak Akan Pernah Ridha Jika Manusia Berbuat Baik

Di sepanjang sejarah dan berbagai kepercayaan agama, syaitan atau setan selalu dianggap sebagai musuh manusia yang mencoba menggoda dan mempengaruhi mereka untuk melakukan perbuatan buruk. Salah satu aspek menarik dari konsep ini adalah keyakinan bahwa syaitan tidak akan pernah merasa puas ketika manusia berbuat baik. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi mengapa syaitan selalu mengejar manusia untuk melakukan dosa, dan mengapa mereka tidak pernah ridha ketika manusia berbuat baik.

 

1. Hasad dan Dengki Syaitan

Konsep utama dalam pandangan bahwa syaitan tidak akan pernah puas dengan kebaikan manusia adalah hasad (dengki). Syaitan, dalam pandangan banyak agama, merasa iri dan dengki terhadap manusia. Ketika manusia berbuat baik atau mendekatkan diri kepada Tuhan, syaitan merasa terancam dan mencoba menggoda mereka agar melanggar aturan atau nilai-nilai moral.

Hasad dan dengki ini bukan hanya perasaan biasa; dalam pandangan keagamaan, ini adalah sifat fundamental syaitan yang menggerakkan mereka untuk selalu berusaha merusak kebaikan manusia. Mereka melihat kesuksesan manusia dalam hal kebaikan sebagai kekalahan bagi mereka.

 

2. Strategi Syaitan

Syaitan menggunakan berbagai strategi untuk menggoda manusia agar melakukan dosa. Mereka bisa merayu, menipu, atau menggoda dengan berbagai godaan duniawi seperti uang, kekuasaan, atau kenikmatan fisik. Mereka juga dapat memanfaatkan ketidaktahuan, kelemahan, atau kecenderungan buruk manusia.

Dalam pandangan agama, mengetahui strategi syaitan adalah langkah penting dalam melawan pengaruh negatif mereka. Kesadaran akan upaya syaitan untuk menggoda kita dapat membantu kita untuk lebih berhati-hati dan waspada terhadap godaan tersebut.

 

3. Menghadapi Pengaruh Syaitan

Pandangan bahwa syaitan tidak akan pernah ridha ketika manusia berbuat baik mengajarkan kita untuk tetap berpegang pada nilai-nilai moral dan etika yang benar, meskipun kita dihadapkan pada godaan atau tekanan untuk melakukan yang salah. Berdoa dan meminta perlindungan dari Tuhan adalah salah satu cara untuk melawan pengaruh syaitan.

Selain itu, mengembangkan pengetahuan dan kebijaksanaan dalam menjalani kehidupan sehari-hari adalah kunci dalam melawan godaan syaitan. Dengan menghormati nilai-nilai etika dan moral, manusia dapat mengatasi pengaruh negatif syaitan dan menjalani kehidupan yang lebih baik.

Dalam kesimpulan, konsep bahwa syaitan tidak akan pernah ridha ketika manusia berbuat baik adalah pengingat penting untuk menjaga diri dari pengaruh negatif mereka. Dalam perjuangan untuk menjalani kehidupan yang penuh kebajikan, manusia memiliki kekuatan untuk melawan godaan syaitan dengan berpegang pada nilai-nilai yang benar dan berdoa untuk perlindungan dari Tuhan. Dengan demikian, manusia dapat mencapai kedamaian dan kebaikan dalam hidup mereka.

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Mudir Pesantren Amanah Tasikmalaya menghadiri kunjungan Grand Syeikh Al-Azhar di PP Muhammadiyah

Kehadiran mudir Pesantren Amanah beserta Wadir, dan Kepala Sekolah SMP-SMA, serta satu orang wakil dari asatidz ke PP Muhammadiyah (11/07/24) adalah dalam rangka memenuhi undangan PP Mu

12/07/2024 08:49 - Oleh Humas Pesantren Amanah - Dilihat 6 kali
Mensucikan Diri dari Penyakit Hati Menurut Quran dan Sunnah

Setiap manusia pasti memiliki hati, baik itu hati secara fisik maupun hati secara rohani. Hati yang sehat dan bersih merupakan pondasi utama bagi seorang muslim dalam menjalani kehidupa

18/04/2024 06:45 - Oleh Humas Pesantren Amanah - Dilihat 1216 kali
Mencapai Ketenangan Jiwa Melalui Petunjuk Al-Quran

Dalam kehidupan modern yang penuh dengan kesibukan, tuntutan, dan stres, seringkali kita merasa gelisah, cemas, dan kehilangan ketenangan dalam diri. Padahal, ketenangan jiwa merupakan

15/04/2024 07:12 - Oleh Humas Pesantren Amanah - Dilihat 2266 kali
KISAH RAJA ABRAHAH

Pendahuluan Sejarah kekaisaran kuno di Jazirah Arab selalu menarik untuk dibahas. Salah satu sosok yang menarik perhatian adalah Raja Abrahah, seorang penguasa Kerajaan Aksum yang beru

14/04/2024 00:13 - Oleh Humas Pesantren Amanah - Dilihat 1128 kali
Amal Tanpa Ilmu: Mengapa Ia Tertolak Menurut Al-Quran dan Hadits

Dalam perjalanan hidup seorang muslim, melakukan amal saleh adalah kewajiban yang tidak dapat dipisahkan. Kita dianjurkan untuk senantiasa berbuat baik, membantu sesama, dan mendekatkan

05/04/2024 21:44 - Oleh Humas Pesantren Amanah - Dilihat 1031 kali
Menerapkan bahagia dengan Al-Quran

Menerapkan konsep kebahagiaan dengan panduan dari Al-Quran dapat dilakukan melalui beberapa cara yang mencakup aspek spiritual, mental, dan sosial. Berikut adalah beberapa cara untuk me

05/04/2024 04:49 - Oleh Humas Pesantren Amanah - Dilihat 1070 kali
Saba : Kisah Keagungan dan Kehancuran

Kehidupan yang Makmur Di sebuah wilayah yang subur dan damai, terhamparlah Negri Saba, sebuah kerajaan yang dihuni oleh penduduk yang sejahtera dan makmur. Kota-kota mereka dipenuhi den

04/04/2024 04:53 - Oleh Humas Pesantren Amanah - Dilihat 1115 kali
Konsep Pengetahuan Menjadi Amal Jariah Kelak

Dalam ajaran Islam, konsep amal jariah memiliki kedudukan yang sangat penting. Amal jariah adalah segala bentuk kebaikan yang kita lakukan, yang manfaatnya terus mengalir meskipun kita

31/03/2024 22:47 - Oleh Humas Pesantren Amanah - Dilihat 1028 kali
Lailatul Qadar

keutamaan malam lailatul qadar yang sangat penting bagi umat muslim Malam Lailatul Qadar: Kemuliaan yang Tak Terhingga Bagi Umat Muslim Pengantar Bagi umat Muslim, Lailatul Qadar a

31/03/2024 22:29 - Oleh Humas Pesantren Amanah - Dilihat 405 kali
Kisah Riwayat Nabi Idris AS

  Nabi Idris a.s. - Sosok Teladan dalam Ilmu dan Kebijaksanaan Pengantar Nabi Idris a.s. adalah salah satu nabi yang diabadikan dalam Al-Quran. Meskipun kisahnya tidak terlalu p

30/03/2024 02:26 - Oleh Humas Pesantren Amanah - Dilihat 684 kali